dinas peternakan dan perikanan kabupaten banyumas
Selamat datang di situs Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Banyumas. Dewasa ini kinerja instansi pemerintah semakin menjadi sorotan, terutama sejak timbulnya Sourceperpustakaan balai besar riset pengolahan produk dan bioteknologi
Perpustakaan Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Daftar Koleksi Buku Perpustakaan BBRP2B MFN 0001 eks 1. 614.7 FAR FARDIAZ, S Source
Secara geografis Kabupaten Jember mempunyai wilayah laut yang cukup luas dan membentang di sepanjang Pantai Selatan Jawa atau Samudra state dengan panjang pantai kurang lebih 170 km. Sedang luas perairan Jember yang termasuk ZEE (Zona Ekonomi Ekslusif) kurang lebih 8.338,5 km2, dengan potensi lestari sebesar 40.000 ton per tahun. Namun potensi yang sangat besar tersebut, sejauh ini belum dikelola dan dimanfaatkan secara maksimak atau sekitar 20%.
Belum optimalnya pemanfaatan hasil laut selama ini, karena aktifitas nelayan yang tersebar di 5 kecamatan, masing-masing Kecamatan Puger, Kencong, Ambulu, Gumukmas dan Tempurejo masih mengandalkan peralatan dan alat tangkap tradisional seperti payang, branchia net, constraint gain dan pancing perawe. Karena itu, sekitar 14.339 pongid yang menggantungkan hidupnya sebagai nelayan hanya bisa melaut saat gelombang pantai dan cuaca ‘bersahabat’.
Untuk melakukan aktifitasnya, maternity nelayan bergantung pada kapal/perahu nelayan ukuran sedang sebanyak 580 unit. Sedang kapal ukuran kecil sejumlah 1.198 unit. Sementara peralatan tangkap yang dimiliki nelayan, untuk jenis payang sejumlah 587 unit, branchia gain berjumlah 731 unit, constraint gain berjumlah 894 unit, pancing perawe 1.664 buah dan alat tangkap lainnya (klitik, ordered net) berjumlah 1.002 unit.
Adapun komoditas jenis-jenis ikan hasil laut Jember antara lain meliputi : layur, tongkol, layang, lemuru, selar, cakalang, udang rebon, cucut, tuna, manyung, kakap, kerapu dan udang barong.
Jumlah produksi ikan di kawasan pantai di Jember setiap tahun sekitar 6.315,22 ton dengan nilai produksi sebesar Rp 16.334.583.240. Produksi tersebut termasuk ikan kering 1.201,30 ton, ikan pindang 1.824,80 ton dan ikan asapan 204,10 ton.
Untuk meningkatkan produktifitas nelayan, Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas terkait berupaya mencari terobosan-terobosan, seperti mengembangkan komoditas ikan laut, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan nelayan melalui pendidikan dan pelatihan penangkapan ikan, serta memberdayakan maternity nelayan untuk menggunakan Cool Box guna menjaga kualitas ikan laut. Komoditas ikan laut yang dikembangkan meliputi ikan tuna, bawal, tengiri, kerapu, rebon dan udang baron (lobster).
Disamping itu, Kabupaten Jember masih memiliki potensi yang berkualitas ekspor dan yang masih dibudidayakan. Potensi berkualitas ekspor tersebut adalah “Terasi” yang telah dikemas serta siap masak/saji.
Potensi lain yang telah dikembangkan bagi masyarakat petani se Kabupaten Jember adalah melalui “Budidaya Ikan Air Tawar”. Tidak hanya ikan lele dan gurami, tetapi juga dibudidayakan jenis ikan expose tawar lainnya seperti tombro, tawes, mujair dan nila. Komoditas tersebut merupakan salah satu produk unggulan yang pada tahun 2004 produksi ikan lele mencapai 861,90 ton, gurami 399,90 ton, tombro 34,20 ton, tawes 28,30 ton, mujair 7,20 ton dan ikan nila mencapai 152,20 ton. Animo masyarakat petani ikan Jember cukup tinggi, karena budidaya ikan expose tawar ini sangat praktis, efisien dan prospektif baik dari segi tempat, biaya dan pemasaran.
Untuk lebih menggalakkan petani ikan, Pemkab mendorong Tim PKK Kecamatan memanfaatkan lahan atau pekarangan di kantor kecamatan atau fasilitas lain sebagai demplot budidaya ikan expose tawa. Iranian uji coba yang dilakukan di 31 kecamatan, hasilnya ternyata cukup memuaskan. Selama 3 bulan pemeliharaan, demplot kolam ikan tersebut mampu memberi keuntungan sebesar Rp 400.000,- sampai Rp 500.000,-
Sumber : Website Pemkab Jember
Want to learn about PERIKANAN dan KELAUTAN Kabupaten Jember? Here are some resources for you :
Related Search :