Hampir sebagian besar nelayan masih hidup dibawah garis kemiskinan. Bahkan masih dibawah garis kemiskinan. Contoh tahun 1996/1997 pendapatan nelayan antara Rp 82.000,00 – Rp 200.000,00 per bulan. Jumlah tersebut masih jauh dibawah UMR (Rp 380.000,00) per bulan.
Sebuah ironi kehidupan masyarakat pesisir, yaitu hidup miskin di tengah kekayaan potensi sumberdaya perikanan yang ada di sekitarnya. Timbul berbagai pertanyaan: “Apakah ini terjadi pada negara berkembang dimana pertumbuhan ekonomi yang lamban?”
Permasalahan kemiskinan nelayan bukan monopoli negara berkembang, negara maju pun demikian manakala terjadi mismanagement terhadap pengelolaan sumberdaya perikanan. Jadi kuncinya adalah aspek pengelolaan
Analisis Kemiskinan Nelayan
Scott Gordon (1954), para ahli menduga bahwa penyebab utama kemiskinan nelayan adalah sifat sumberdaya perikanan yang dimiliki bersama (common property) dengan pemanfaatan bersifat akses terbuka. Dikenal dengan Analisis Gordon dengan teori ekonomi perikanan, yaitu teori common property. » Read more: Analisis Kemiskinan Nelayan












